Presiden Prabowo Subianto secara mendadak memberhentikan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026. Posisi Purbaya digantikan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, yang langsung dilantik dan mengucapkan sumpah di Istana Negara pada hari yang sama.
Menurut laporan CNN Indonesia, Purbaya mengetahui dirinya diberhentikan saat sedang menghadiri rapat bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di kompleks parlemen pada Senin pagi. Ia menerima telepon dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, lalu meninggalkan ruang rapat. Sore harinya, Suahasil resmi dilantik.
Pengangkatan Suahasil tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026. Ia akan menyelesaikan sisa masa jabatan periode 2024–2029. Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, posisi yang pertama kali ia emban pada 2019 mendampingi Menteri Keuangan saat itu, Sri Mulyani.
Dalam konferensi pers usai serah terima jabatan di Kementerian Keuangan pada 15 September, Purbaya mengakui bahwa pemberhentiannya “sebagian” disebabkan oleh reshuffle besar-besaran pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan yang ia lakukan beberapa hari sebelumnya.
Pada Kamis, 10 September 2026, atau empat hari sebelum diberhentikan, Purbaya melakukan perombakan besar terhadap sekitar 50 pejabat eselon II dan 350 pejabat eselon III di lingkungan Kemenkeu. Perombakan itu mencakup Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta sejumlah badan dan badan usaha milik negara di bawah Kemenkeu.
Ketika ditanya apakah ia diberhentikan karena mengganti para pejabat tersebut, Purbaya menjawab singkat: “Sebagian iya.” Namun ia membantah adanya konflik pribadi dengan pejabat internal Kemenkeu. “Tidak ada gesekan sama sekali,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa pergantian menteri adalah hak prerogatif presiden.
Purbaya mengungkapkan perasaannya dengan nada sedikit bercanda. “Semalam saya tidak bisa tidur, dan juga agak kesal,” katanya. “Saya kan juga manusia, masa saya robot?”
Ia mengaku sudah memperkirakan kemungkinan dirinya diganti, dengan peluang “sekitar fifty-fifty”, meski tidak merinci dasar perhitungannya. Purbaya menegaskan tidak akan lagi mencari jabatan di pemerintahan. “Baru saja diberhentikan, masa mau jadi menteri lagi?” ujarnya. Menurut putranya, Purbaya akan kembali ke profesinya sebagai trader.
Suahasil Nazara, 55 tahun, adalah ekonom dan teknokrat yang dikenal luas di kalangan pasar. Ia lahir di Jakarta pada 23 November 1970, lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1994, meraih gelar master dari Cornell University, dan menyelesaikan doktor ekonomi di University of Illinois at Urbana-Champaign.
Suahasil mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 1999 dan dikukuhkan sebagai guru besar pada 2009. Ia menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu pada 2016, lalu diangkat menjadi Wakil Menteri Keuangan pada 2019 mendampingi Sri Mulyani. Di era pemerintahan Prabowo, ia tetap menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Pengamat menilai latar belakang teknokrat dan pengalamannya di Kemenkeu dapat membantu menjaga kepercayaan pasar terhadap disiplin fiskal Indonesia.
Analisis Tribunnews menyoroti timing pemberhentian Purbaya yang menarik. Beberapa hari sebelum diberhentikan, ia baru saja mengumumkan sejumlah kebijakan strategis, termasuk perdebatan soal sekitar Rp120 triliun laba Danantara yang akan masuk ke APBN, serta isu peralihan kendali kereta cepat Whoosh.
Selain itu, sejumlah pengamat politik menyebut faktor kesehatan turut dipertimbangkan. Purbaya sebelumnya mengaku kurang enak badan, mengalami penurunan berat badan hingga 14 kilogram, dan menderita sakit pinggang. Namun Purbaya sendiri tidak mengonfirmasi hal tersebut.

